Best Practise

BEST PRACTICE

INOVASI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI WEBSITE YANG TERINTEGRASI DENGAN GOOGLE CLASS ROOM

Arti dan Makna Lambang Tut Wuri Handayani yang Perlu Diketahui - Ragam  Bola.com

Disusun Oleh :

Tika Nira Darkony, S.Pd

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANDUNG BARAT

  1. Pendahuluan

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak terhadap berbagai bidang kehidupan, diantaranya pada bidang pendidikan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) baik secara daring (dalam jaringan/ online), luring (luar jaringan/offline), dan paduan daring-luring menjadi andalan bagi pemerintah untuk tetap memberikan layanan pendidikan sampai dengan akhir tahun pelajaran 2019-2020.

Namun, sayang iktikad baik tersebut tidak selalu berjalan mulus. Bahkan, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak semulus yang dibayangkan. Sampai saat ini, kebijakan pembelajaran dengan sistem daring masih menjadi polemik di masyarakat. Persoalan yang munculpun cukup beragam dalam PJJ. Mulai dari hal yang terkait dengan kesiapan infrastruktur penunjang, kemampuan penguasaan teknologi, hingga kemampuan finansial masyarakat untuk mengikuti pembelajaran yang terpaksa diterapkan pada masa pandemi virus corona. Sekolah secara daring,tentu bukan hal yang mudah,banyak kendala yang harus dihadapi. Namun semua permasalah yang terjadi dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun ini tidak mematahkan semangat guru dalam mencari dan mensiasati pembelajaran agar terus berlangsung dengan baik.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan melakukan berbagai upaya seperti menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui media Group WhatsappGoogle ClassroomLMS eduku dan aplikasi belajar online lainnya. Untuk pembelajaran secara sinkronus guru juga memanfaatkan media Google Meet, Zoom Cloud Meeting,  Cisco Webex dan lain sebagainya. Saat ini banyak sekali sumber belajar online serta konten ilmu yang terdapat di internet.

Hal yang sungguh tak terbayangkan sebelumnya, guru harus mengalami hal seperti ini, mengajar melalui dunia maya. 

Jengkel,marah,kadang ingin menjerit rasanya, ketika menghadapi siswa yang sulit mengumpulkan tugas, bermacam alasan mereka utarakan sebagai alibi ketika ditanya mengapa tidak mengumpulkan tugas. Bermacam cara saya tempuh agar mereka mau mengumpulkan tugas,dengan menghubungi orang tuanya,melaporkan ke wali kelas,bahkan memanggil siswa dan orang tua ke sekolah dengan prokes yang ketat. 

Pembelajaran di masa pandemi merubah aspek kehidupan masyarakat. Pembelajaran yang klasikal dengan tatap muka sekarang berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh menghadirkan masalah dan polemic dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan keluhan orang tua yang beragam dan pada umumnya mengeluhkan tidak bisa memantau dan mengontrol pembelajaran serta prestasi juga kehadiran melalui aplikasi dikarenakan siswa menggunakan media phonecell sebagian besar menjadikan privasi mereka masing-masing yang tidak boleh di buka orang tuanya.

Selain phonecell yang cukup di buat privasi siswa terhadap orang tauanya, salah satu media pembelajaranpun menjadi salah satu alasan bagi siswa yang dianggap membosankan, melihat kemajuan teknologipun tampaknya menjadi suatu kebiasaan baru yang membumingkan masyarakat di dunia ini terutama generasi milenial dengan adanya game online yang menjadi pengaruh terhadap kurangnya motivasi untuk belajar. Siswa tetap meminta kuota kepada orang tuanya tapi tidak di manfaatkan untuk belajar online melainkan menjadi lebih pentingnya game online.

Disini saya menemukan solusi yang terinspirasi dari adanya game online merubah paradigma baru menjadi game edukasi dan pengelolaan nilai berbasis aplikasi melalui website yang terintegrasi dari google class room sebagai salah satu media pembelajaran daring di mata pelajaran yang saya ampu, dengan tujuan untuk mengembalikan motivasi siswa dalam belajar dan website yang berfungsi sebagai jembatan untuk menyampaikan informasi juga perkembangan prestasi siswa dalam belajar.

Seiring berjalannya waktu, kendala – kendala tersebut sedikit  demi sedikit dapat diatasi, sehingga pembelajaran secara online dapat terlaksana dengan menyenangkan. Dari segala kesulitan yang terjadi,tentu banyak hal positif yang bisa kita ambil hikmahnya. Selain siswa tidak gagap teknologi,untuk gurupun serupa, belajar menjadi guru yang harus melek teknologi. 

Tujuan utama dari inovasi pembelajaran adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber teknologi agar dapat bermanfaat bagi siswa dalam memperoleh pembelajaran yang menyenangkan.

Manfaat diadakannya inovasi diantaranya dapat memperbaiki keadaan sebelumnya ke arah yang lebih baik, memberikan gambaran pada pihak lain tentang pelaksanaan inovasi sehingga orang lain dapat mengujicobakan inovasi yang kita laksanakan, mendorong untuk terus mengembangkan pengetahuan dan wawasan, menumbuhkembangkan semangat dalam bekerja dan belajar.

  1. Pembahasan Masalah

Inovasi atau pembaharuan merupakan ide, produk, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau kelompok masyarakat, baik berupa hasil intervensi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan nasional (Subadi, 2011 : 01). 

Adanya tuntutan inovasi tersebut menjadikan guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan diharuskan untuk memiliki ide aplikasi yang dapat digunakan dalam rangka memecahkan permasalahan pendidikan di Indonesia lebih khusus lagi permasalahan yang ada di sekolah. Guru merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. 

Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah, metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan antar individu, serta penguasaan materi yang diajarkan (Subadi, 2011 : 08).

Pentingnya peran guru yang di tuntut kreatif karena keadaan pandemic yang ingin tetap melaksakan kegiatan belajar mengajar secara daring dengan optimal dan membuat materi ajar menyenangkan bagi siswa agar tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut dapat terlaksana dengan baik. Disamping penyampaian materi dari guru, siswa dapat  mengenal teknologi dan melek digital tentunya dengan pantauan orang tua karena peran serta orang tualah yang sangat penting dalam proses pembelajaran jarak jauh dari rumah. Adapun kendala tidak semua orang tua yang memiliki kemampuan, wawasan dan waktu mendampingi proses kegiatan belajar di rumah dikarenakan bekerja dan lain sebagainya, dalam inovasi inilah saya membuat aplikasi yang tidak hanya membuat belajar siswa yang menyenangkan melainkan memudahkan para orang tua untuk tetap bisa memantau dari jarak jauh perkembangan belajar putra putrinya.

Adanya kendala tersebut diharapkan sebagai seorang pendidik dan ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran, seorang guru diharapkan memberikan kontribusinya berupa ide yang dapat bermanfaat untuk memecahkan permasalahn tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan seorang guru yaitu membuat aplikasi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan merangsang motivasinya untuk lebih giat lagi dalam belajar

Menyusun bahan ajar yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi yang esensial guna untuk mempermudah belajar siswa. Hal tersebut dapat bermanfaat untuk menarik perhatian siswa agar mereka lebih bersemangat dalam kegiatan belajar mengajar.

Aplikasi yang di gunakan untuk pembelajaran yaitu berbasis website, dimana website disini terintegrasi dengan google classroom, juga berfungsi sebagai jembatan untuk menginformasikan perkembangan prestasi, kehadiran serta grafik progres yang merangsang motivasi siswa untuk lebih bersaing dalam memperoleh nilai yang maksimal dan bertujuan untuk membantu guru, siswa juga orang tua dalam kegiatan pembelajaran secara daring.

Mata pelajaran yang saya ampu adalah mata pelajaran seni budaya, yang didalamnya mencakup seni rupa, seni music, seni tari dan teater. Seni budaya merupakan mata pelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi maupun pengalaman berkreasi untuk menghasilkan suatu produk berupa benda nyata yang bermanfaat langsung bagi kehidupan peserta didik.

Ada beberapa halaman di website yang saya buat membuat tampilan informasi kegiatan pembelajaran seni budaya di kelas yang saya ampu. Diantaranya, absensi siswa, modul/materi bahan ajar, daftar nilai, grafik progress siswa, analisis butir soal, RPP, dan literasiku yang berisi tentang karya tulis. Dengan situs website; https://tikanira.herta.my.id )

Saya menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan blended learning (tatap muka virtual dengan zoom dan google meet, penugasan di google classroom dengan quis google form dan game edukasi) Saya memposting materi di blog pada malam hari. Harapan saya keluarga dapat mendampingi belajar karena pada malam hari tersebut semua anggota keluarga ada di rumah. Sehingga ketika besoknya HP dibawa bekerja, anak sudah mendapatkan materi belajar dan sudah mempelajari bersama orang tua.

Bahan pembelajaran berkedudukan sebagai alat sarana untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar (Lestari, 2013:13). Oleh karena itu penyusunan bahan ajar hendaklah berpedoman pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), atau tujuan pembelajaran. 

Dalam pendidikan maupun pelatihan, dapat kita jumpai media pembelajaran yang inovatif sebagai hasil dari kemajuan IPTEK mulai dari yang paling sederhana sampai kepada yang canggih. Dan hasil penelitian memang secara nyata telah membuktikan bahwa penggunaan alat bantu inovatif itu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar di kelas maupun jarak jauh, terutama peningkatan prestasi belajar.

  1. Kesimpulan

Tumbuhnya kreativitas dan inovasi pembelajaran oleh para guru sebagai respon terhadap pandemi.  Pada inovasi tersebut dapat ditemukan sejumlah perubahan penting yang bukan sekedar perubahan teknologi tapi juga perubahan nilai, antara lain;  peran guru mengalami perubahan bukan hanya terbatas sebagai pengajar di kelas, namun menjadi fasilitator, motivator, bahkan kreator pembelajaran,  tugas layanan guru menjadi tidak terbatas dengan jam mengajar, tapi menjadi guru sebagai penyedia layanan belajar 24 jam,  kerjasama antara guru dengan orang tua murid menjadi sangat jelas diperlukan, di mana orang tua murid harus kembali memegang peran utama dalam pendidikan anak, sedangkan guru sebagai peran pendukung atau fasilitator saja.

Secara umum para guru megembangkan inovasi pembelajaran di era pandemi dengan tetap memperhatikan kaidah ilmiah dengan langkah-langkah sistematis sebagai berikut;1) Melakukan analisis permasalahan, 2) Mengidentifikasi solusi (penyelesaian) masalah, 3) Menyusun rancangan pembelajaran, 3) Menyiapkan bahan dan sumberdaya, 4) Melaksanakan aktivitas pembelajaran, 5) Melakukan evaluasi dan revisi.

kita dapat memahami, pembelajaran adalah seni. Seni para guru mengolah dan menata semua komponen pembelajaran sehingga terjadi harmoni sesuai dengan ritme dan gaya belajar siswa, pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan. guru telah memperhatikan kebutuhan belajar siswa secara individual. Hal ini sejalan dengan rekomendasi Unicef,  kita bisa menerapkan solusi yang terbaik untuk semua.

DAFTAR PUSTAKA

Prof.Dr.Ridwan Asani, Buku Inovasi Pembelajaran, N.Nurdiansyah,2016 Inovasi model pembalajaran:Nizamial Learning Center. Website; https://belajarsbk.herta.my.id :By.Tatang Haeru, S.Pd,2021.Learning game www.educandy.com. https://kahoot.it,2012. https://adminguru.herta.my.id By. Tatang Haeru,S.Pd.2020. Kebijakan dan Kepiawaian guru (Subadi, 2011 : 08). Jurnal UPN (Subadi, 2011 : 08). standar kompetensi dan kompetensi dasar (Lestari, 2013:13).

BIOGRAFI  :